News    

DJI kembali memperluas lini produk audionya dengan kehadiran DJI Mic Mini 2 yang dijadwalkan rilis pada 28 April 2026. Berdasarkan bocoran eksklusif, perangkat ini membawa peningkatan signifikan, terutama dari sisi kustomisasi dan kualitas audio, namun tetap mempertahankan harga yang kompetitif.

Bagi banyak fotografer, kamera instan selalu punya daya tarik tersendiri mulai dari sensasi cetak langsung hingga nuansa vintage yang khas. Hal inilah yang juga dirasakan saat pertama kali mencoba Lomo Instant Wide dari Lomography. Pengalaman awal dengan kamera ini dimulai saat bergabung sebagai LomoAmigo.

Di tengah dominasi fotografi digital yang serba tajam dan perfect, format film 110 justru hadir sebagai sesuatu yang sangat niche. Menariknya, format ini masih hidup berkat Lomography, yang kembali merilis kamera unik bernama Lomography Lomomatic 110. Kamera ini membawa nuansa retro ala tahun 1970-an dan menghasilkan foto dengan karakter lo-fi yang justru terasa autentik.

Insta360 kembali menghadirkan inovasi menarik lewat produk terbarunya, Insta360 Snap sebuah monitor tambahan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas selfie menggunakan kamera belakang smartphone. Perangkat ini diperkenalkan oleh Insta360 Jepang dan saat ini hanya tersedia di pasar Asia, khususnya Jepang.

DJI kembali merilis penerus dari seri populernya lewat DJI Osmo Pocket 4 kamera kecil dengan gimbal yang masih jadi salah satu pilihan terbaik untuk vlogging. Sejak bocor di akhir 2025, kamera ini sudah ramai dibahas, dan saat resmi dirilis, ternyata tetap membawa beberapa kejutan.

Fujifilm kembali menghadirkan inovasi menarik lewat teaser Fujifilm X-Half White Edition. Kamera ini bukan hanya alat untuk mengambil gambar, tetapi juga mencerminkan gaya hidup modern yang menggabungkan teknologi, desain simpel, dan pengalaman fotografi yang lebih santai.

Insta360 kembali menarik perhatian dengan teaser lini kamera terbarunya yang dikembangkan bersama Leica. Diperkenalkan secara eksklusif di NAB Show 2026, dua model yang diberi nama Luna Pro dan Luna Ultra ini langsung memancing rasa penasaran, meskipun masih dipamerkan di balik kaca buram.

GoPro memperkenalkan lini flagship terbaru bernama Mission 1, yang dirancang untuk meningkatkan kualitas video secara signifikan dibanding seri sebelumnya. Seri ini hadir dengan sensor 1 inci beresolusi 50MP dan prosesor terbaru GP3 yang lebih efisien. Kombinasi ini memungkinkan peningkatan besar pada resolusi, frame rate, performa low-light, hingga efisiensi daya dan manajemen panas sesuatu yang jarang ditemukan di kamera sekecil ini.

Misi NASA Artemis II tidak hanya membawa empat astronaut mengelilingi bulan, tetapi juga dibekali berbagai kamera canggih untuk mengabadikan perjalanan bersejarah ini. Lebih dari lima dekade sejak era Apollo Program, teknologi fotografi luar angkasa sudah berkembang pesat. Jika dulu masih menggunakan kamera film yang berat dan terbatas, kini para kru menggunakan perangkat digital modern yang jauh lebih praktis dan mumpuni.

DJI Avata 360 adalah drone FPV yang menggabungkan perekaman video 360 HDR hingga 8K 60fps menggunakan dual sensor 1 inci, dengan kemampuan untuk mengatur ulang framing setelah perekaman. Drone ini juga mendukung mode single lens hingga 4K 60fps, dilengkapi transmisi video O4+ dengan live view hingga 1080p 60fps, serta jangkauan hingga 20 km.

Pasar kamera compact saat ini sedang mengalami kebangkitan yang signifikan. Di Jepang, penjualan kamera compact bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat sepanjang 2025. Beberapa kamera terlaris di retailer besar seperti Map Camera juga didominasi oleh model compact, menandakan tingginya minat pasar.

TTArtisan, brand yang dikenal lewat lini lensanya, kini mulai merambah ke dunia kamera dengan memperkenalkan produk pertamanya: kamera instan lipat bergaya retro bernama 203T. Kamera ini pertama kali diperkenalkan di ajang CP+ 2025 dan kini semakin mendekati tahap peluncuran.

Godox kembali menghadirkan lini studio flash terbaru melalui SKIIIV Series, yang ditujukan bagi fotografer pemula hingga semi-profesional. Seri ini terdiri dari dua varian, yaitu SK300III-V (300Ws) dan SK400III-V (400Ws), yang menawarkan performa stabil, kontrol presisi, serta harga yang tetap ramah di kelas entry-level.

Yashica resmi memperkenalkan Tank, sebuah kamera digital ringkas yang memadukan desain retro dengan kemudahan penggunaan modern. Kamera ini ditujukan bagi pengguna yang ingin menikmati fotografi secara santai tanpa harus berhadapan dengan pengaturan teknis yang kompleks.

Amaran resmi memperkenalkan lini lampu terbaru mereka, Halo Series. Seri ini menghadirkan lampu COB bi-color yang dirancang untuk kebutuhan kreator konten, livestreaming, hingga produksi video profesional, dengan desain lebih ringkas dan pengoperasian yang sederhana.Halo Series hadir dalam lima varian, yaitu Halo 60x, 100x, 200x, 300x, dan 600x, dengan rentang daya mulai dari 63 watt hingga 610 watt.

Telesin resmi memperkenalkan Master Grip Series, sebuah aksesori pegangan kamera untuk smartphone yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman fotografi dan videografi mobile. Produk ini menyasar pengguna ponsel flagship seperti iPhone dan Samsung Galaxy, dengan tujuan menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih mendekati kamera profesional.

Fujifilm kembali menyegarkan lini kamera instannya dengan menghadirkan varian warna terbaru untuk Instax Wide 400, yaitu Jet Black. Warna baru ini menawarkan tampilan yang lebih dewasa dan elegan dibandingkan versi sebelumnya yang hadir dalam warna sage green saat pertama kali dirilis pada Juni 2024.

Fujifilm kembali menghadirkan kamera instan terbarunya, Instax Mini 13, sebagai penerus dari Instax Mini 12 yang dirilis pada 2023. Kamera ini tetap mempertahankan konsep khas seri Instax Mini: praktis, menyenangkan, dan mudah digunakan oleh siapa saja, terutama bagi pemula yang ingin mencoba fotografi analog. Meski tidak membawa perubahan besar, Instax Mini 13 hadir dengan beberapa pembaruan kecil yang membuat pengalaman memotret menjadi lebih nyaman dan fleksibel.

DJI akhirnya memperkenalkan Avata 360 melalui teaser terbarunya. Setelah lama menjadi bahan rumor di kalangan pecinta drone dan kreator konten, kini DJI mengonfirmasi bahwa Avata 360 akan menjadi drone pertama mereka yang mampu merekam video 360 derajat dengan resolusi hingga 8K. Produk ini dijadwalkan meluncur secara resmi pada 26 Maret 2026, dan langsung masuk dalam daftar drone paling dinantikan tahun ini.

Setelah kesuksesan Kodak Charmera, tren kamera mungil berbentuk unik kembali muncul. Kali ini hadir OPT100 Neo Film 100, kamera mini yang didesain menyerupai gulungan film 35mm klasik. Produk ini dibuat oleh brand asal Jepang, Opt!.

Setelah sukses menghidupkan kembali namanya lewat berbagai kamera point-and-shoot dalam setahun terakhir, Yashica kini bersiap memasuki segmen camcorder digital. Produk terbarunya, Yashica Journey, akan diperkenalkan melalui kampanye crowdfunding di Kickstarter, yang saat ini sudah menampilkan status segera diluncurkan.

Rumor Nikon Z9 II kembali mencuat, hanya berselang sedikit lebih dari seminggu setelah laporan yang menyebutkan bahwa kamera ini mengalami penundaan. Kini, sejumlah spesifikasi yang diklaim sebagai bocoran mulai beredar.

Insta360 Ace Pro 3 menjadi salah satu action camera paling dinantikan di tahun 2026. Berbagai bocoran dan spekulasi mulai beredar di industri. Sebagai penerus Insta360 Ace Pro 2 yang debut pada Oktober 2024 dengan kemampuan rekam 8K dan optik Leica, model terbaru ini diprediksi akan kembali meningkatkan standar. Rumor menyebutkan peluncuran pada paruh pertama 2026 dengan kisaran harga 549 hingga 599 dolar AS.

Kesuksesan Osmo Pocket 3 di segmen kamera vlogging tampaknya memicu persaingan baru. Setelah Vivo dikabarkan tengah menyiapkan kamera vlogging, kini Insta360 resmi memperkenalkan produk terbarunya bernama Insta360 Luna.

Seri Alpha 7 selalu jadi favorit karena menawarkan teknologi tinggi dengan harga lebih terjangkau dibanding lini flagship seperti Sony A1 dan Sony A9 III. Awalnya dikenal sebagai full-frame entry, kini A7 V sudah naik kelas. Fiturnya semakin matang dan sangat kompeten untuk kebutuhan hobi hingga profesional.

Ricoh secara resmi mengumumkan kehadiran Ricoh GR IV HDF, varian terbaru dari lini kamera compact premium GR. GR IV HDF dibangun di atas platform Ricoh GR IV standar, namun membawa satu pembeda utama yang ditujukan bagi fotografer kreatif: Highlight Diffusion Filter (HDF) bawaan.

DJI secara resmi meluncurkan DJI RS 5, gimbal terbaru dalam lini profesionalnya. Dirancang untuk solo operator dan tim produksi skala kecil, RS 5 meneruskan fondasi seri RS sebelumnya dengan fokus pada pelacakan subjek yang lebih cerdas, stabilisasi yang semakin kuat, serta pengoperasian harian yang lebih praktis.

Rumor mengenai Fujifilm X-Pro 4 telah beredar lebih dari dua tahun, namun hingga 2025 belum ada tanda-tanda kehadiran kamera rangefinder APS-C premium ini. Dengan X-Pro 3 yang terakhir kali dirilis pada akhir 2019, 2026 kini dipandang sebagai waktu yang paling masuk akal bagi Fujifilm untuk akhirnya memperkenalkan penerusnya.

Sepanjang 2025, rumor Canon didominasi oleh perangkat video dan vlogging. Hal ini sejalan dengan produk yang telah dirilis tahun ini, seperti PowerShot V1, EOS R50 V, EOS R6 Mark III, hingga kamera sinema EOS C50. Lalu, rumor mana yang paling berpotensi terwujud pada 2026?

Sony mengejutkan pasar dengan merilis RX1R III tanpa rumor, hampir 10 tahun setelah RX1R II. Hal ini memunculkan spekulasi: apakah Sony akan kembali membuat kejutan serupa di lini full-frame E-mount video dengan penerus A7S III? Hingga kini, A7S IV masih belum jelas arah kehadirannya. Simak penjelasannya disini!

DJI Osmo Pocket 4 yang tengah ramai dirumorkan digadang-gadang siap mengguncang pasar kamera vlogging. Kamera ini disebut akan membawa dua inovasi utama, yaitu konfigurasi kamera ganda dan layar kedua. Sistem dual-camera memungkinkan perekaman dari arah depan dan belakang secara bersamaan, solusi ideal untuk merekam aksi sekaligus reaksi secara real time.

Tahun 2025 menjadi momen yang cukup unik bagi GoPro. Untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade, GoPro tidak merilis seri Hero Black terbaru. Meski begitu, GoPro menegaskan bahwa lini andalannya ini belum berakhir melainkan sedang recharge. Sepanjang 2025, GoPro justru menghadirkan produk lain seperti GoPro Max 2 dan GoPro Lit Hero.

Ricoh resmi memperkenalkan GR IV Monochrome, versi hitam-putih dari kamera compact enthusiast GR IV. Kamera ini menggunakan sensor BSI CMOS 26MP dan lensa 28mm ekuivalen f/2.8 yang sama dengan versi warna, namun dirancang khusus untuk fotografi monokrom tanpa kemampuan warna sama sekali.

Fujifilm Jepang kembali menghadirkan terobosan menarik lewat peluncuran Instax Mini Evo Cinema, kamera hybrid terbaru dalam keluarga Evo. Kamera ini menggabungkan fungsi kamera digital, perekaman video pendek, dan cetak instan Instax dalam satu perangkat. Berbeda dari seri Evo sebelumnya yang berfokus pada foto, Mini Evo Cinema membawa konsep baru dengan mengubah klip video menjadi kenangan fisik yang dapat diakses kembali melalui QR code.

Avangarde Mica II adalah kamera mini praktis untuk merekam momen harian secara simpel. Dengan desain ultra-compact dan bobot hanya 18 gram, kamera ini mudah dibawa ke mana saja. Meski kecil, Mica II mampu merekam 1080p Full HD, dilengkapi layar 0.96 inci, 6 filter kreatif, dan lampu LED untuk kondisi minim cahaya.

Escura SnapRoll Film Simulation Digital Camera Blind Box adalah kamera mini bergaya gantungan kunci yang memadukan teknologi digital dengan nuansa analog klasik. Dilengkapi simulasi film 135, kamera ini menghasilkan warna retro bernuansa nostalgia sekaligus tampil sebagai fashion statement yang praktis dibawa ke mana saja. Konsep blind box dengan 6 desain dan 1 versi misteri menjadikannya item koleksi yang fun.

Blackmagic Design merilis Blackmagic Camera 10.0, pembaruan firmware yang menghadirkan fitur pre-record hingga 10 menit serta perekaman audio 4 channel untuk kamera URSA Broadcast G2, PYXIS 6K, dan PYXIS 12K. Peningkatan pada fitur pre-record memungkinkan kamera menyimpan rekaman sebelum tombol record ditekan, dengan pilihan durasi 5 detik hingga 10 menit yang otomatis ditambahkan ke awal klip.

Kodak PIXPRO FZ55 adalah kamera digital compact yang dirancang untuk pengguna kasual yang menginginkan kemudahan, kepraktisan, dan kualitas gambar yang solid dalam satu perangkat ringkas. Kamera ini cocok untuk mengabadikan momen harian, traveling, hingga acara keluarga tanpa perlu pengaturan yang rumit.

Kodak Pixpro C1 adalah kamera point-and-shoot terbaru yang dirancang untuk kreator konten dan pengguna kasual yang menginginkan kamera ringkas, terjangkau, dan mudah digunakan. Mengusung desain retro era 2000-an dengan teknologi modern, kamera ini praktis untuk mengabadikan momen harian, termasuk untuk vlogging dan selfie.

Bangkitnya tren fotografi analog membuat kamera film kembali diminati karena nuansa klasik yang khas. Menjawab tren ini, KODAK Snapic A1 hadir sebagai kamera film 35mm saku yang memadukan desain ringkas, kemudahan penggunaan, dan karakter autentik film Kodak cocok untuk pemula maupun penggemar film.

DJI Zenmuse L3 hadir sebagai inovasi penting dalam teknologi pemetaan udara berbasis LiDAR. Perangkat ini dirancang untuk menjawab kebutuhan survei dan pemetaan skala besar yang menuntut akurasi tinggi, jangkauan luas, serta efisiensi operasional. Dengan menggabungkan sistem LiDAR jarak jauh, kamera resolusi tinggi, dan integrasi penuh dalam ekosistem DJI Enterprise, Zenmuse L3 menawarkan workflow pemetaan yang lebih cepat dan presisi.

Insta360 resmi memperkenalkan Antigravity A1, drone pertama di dunia yang dibekali kamera 360 beresolusi 8K bawaan. Produk ini juga menandai debut brand Antigravity, hasil kolaborasi Insta360 dengan mitra globalnya. Meski spesifikasi lengkapnya belum dirilis, berbagai preview sudah menunjukkan kemampuan unggulan drone ini.

Empat tahun setelah peluncuran Sony A7 IV, Sony akhirnya memperkenalkan Alpha A7 V sebagai generasi penerus di lini kamera hybrid andalannya. Menjawab tantangan itu, Sony menghadirkan A7 V dengan serangkaian peningkatan penting, mulai dari sektor sensor hingga pengembangan sistem AI yang kini bekerja lebih cerdas dan responsif.

AUKEY RD-880 Cinex Go mampu menampilkan proyeksi dengan dukungan resolusi hingga 1920x1080p atau Full HD, meskipun modul LED utamanya bekerja pada resolusi 1280x720p. Dengan kemampuan menampilkan layar hingga ukuran 140 inci, proyektor ini sangat ideal untuk menikmati film maupun menampilkan presentasi di ruangan dengan pencahayaan minim.

Insta360 memperkenalkan beragam produk dan paket baru untuk kamera aksi Ace Pro 2 yang dikembangkan bersama Leica. Rangkaian ini mencakup lensa tambahan, grip terbaru, profil warna Leica yang lebih kaya, hingga Pocket Printer portabel yang unik membuat Ace Pro 2 menjadi kamera aksi pertama di dunia yang juga dapat berfungsi sebagai kamera instan.

DJI merilis Osmo Action 6, action camera pertama yang punya bukaan lensa bisa diatur dari f/2.0 sampai f/4.0 dan memakai sensor besar 1/1.1 inci dengan ukuran piksel 2.4μm. Kamera ini mampu menghasilkan detail dan warna yang lebih luas, merekam 4K hingga 60fps, dan 4K 120fps untuk rasio 4:3. Sudah mendukung 10-bit D-Log M, punya dua layar sentuh OLED terang 1000 nit, tahan air sampai 20 meter, dan dilengkapi memori internal 50GB.

Hollyland memperkenalkan Webcam Lyra 4K UHD sebagai solusi yang mengisi celah antara harga konsumen dan kualitas pencitraan profesional. Webcam ringkas ini membawa sensor CMOS 50MP berukuran 1/1,5 inci dengan aperture F1.8, mampu menghasilkan video UHD 4K30 dan 1080p60, serta dilengkapi penerima mikrofon nirkabel LARK A1 dengan audio 48kHz/24-bit.

DJI kembali mencuri perhatian dengan merilis DJI Neo 2, drone kecil yang hadir dengan peningkatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya. Mengusung desain yang ringan serta teknologi yang lebih matang, Neo 2 memberikan pengalaman terbang yang lebih menyenangkan dan tetap aman untuk semua pengguna, bahkan bagi pemula. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ulasan spesifikasi DJI Neo 2 yang perlu Anda ketahui!

DJI secara resmi memperkenalkan Osmo Mobile 8. Di generasi kedelapannya ini, gimbal tersebut hadir dengan berbagai peningkatan yang belum pernah ada pada versi sebelumnya. Osmo Mobile 8 menjadi stabilizer smartphone pertama yang menawarkan tiga jenis pelacakan subjek berbeda.

Canon kembali menarik perhatian dunia fotografi lewat peluncuran resmi Canon EOS R6 Mark III, kamera mirrorless full-frame terbaru yang hadir dengan peningkatan besar pada sektor sensor, performa kecepatan, dan fitur videonya. Dirancang untuk menjadi jembatan antara fotografer antusias dan profesional, kamera ini menawarkan kinerja gesit serta kualitas gambar superior dalam satu bodi yang kokoh dan andal.

Insta360 X4 Air adalah anggota terbaru dari seri X yang dikenal ringkas dan super ringan. Kamera ini dibekali fitur-fitur kelas atas seperti perekaman 360 berkualitas tinggi dan teknologi AI pintar yang memudahkan kreator untuk mengambil dan membagikan video keren dengan cepat dan praktis. Simak informasi lengkapnya disini.

Seiring dengan peluncuran Fujifilm X-T30 III, Fujifilm juga merilis lensa zoom terbaru di lini seri X, yaitu Fujinon XC 13-33mm f/3.5-6.3 OIS. Lensa ini hadir sebagai lensa zoom paling ringkas dan ringan di seluruh jajaran seri X. Fujinon XC 13-33mm f/3.5-6.3 OIS memiliki panjang fokus setara 20-50mm dalam format 35mm, menjadikannya cocok untuk fotografi serbaguna, perjalanan, dan lanskap.

Lini kamera Fujifilm X yang terus berkembang kini mendapat pembaruan terbaru, Fujifilm X-T30 III. Pada generasi ketiganya, kamera ringkas bergaya SLR entry-level ini mendapatkan peningkatan signifikan, terutama di sisi video selain tetap tangguh untuk fotografi. Simak reviewnya disini!

Hollyland resmi merilis Vcore, aksesori kamera berukuran ringkas yang memungkinkan pengguna mengubah smartphone iOS atau Android menjadi monitor kamera profesional. Perangkat ini dapat terhubung ke kamera melalui HDMI dan ke smartphone lewat USB-C atau Lightning. Tak hanya itu, Vcore juga berfungsi sebagai pemancar video nirkabel, mendukung hingga empat smartphone/tablet atau dua receiver dari seri Hollyland Pyro secara bersamaan.

DJI, yang dikenal luas melalui inovasi drone udaranya, kini memasuki pasar smart home dengan meluncurkan seri ROMO, terdiri dari Romo P, Romo A, dan Romo S yang masing-masing menggabungkan teknologi unggulan drone ke dalam robot pembersih lantai. Seri ini ditujukan bagi pemilik rumah yang melek teknologi dan penggemar otomasi, menawarkan kemampuan menghindari rintangan hingga tingkat milimeter, stasiun pembersih otomatis premium, serta operabilitas adaptif untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.

ujifilm secara resmi meluncurkan Instax mini LiPlay+, kamera instan hibrida terbaru yang dibekali dengan beragam pembaruan menarik seperti dual camera, fitur perekaman suara yang lebih canggih, serta desain yang disempurnakan. Model ini merupakan evolusi dari lini Instax mini LiPlay, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2019 melalui model Mini LiPlay.

Fujifilm Indonesia resmi meluncurkan varian warna terbaru dari kamera hibrida populer mereka, Instax Mini Evo, yang kini hadir dalam warna Gentle Rose. Warna lembut nan elegan ini melengkapi dua pilihan sebelumnya, yaitu hitam dan cokelat yang memberikan lebih banyak opsi bagi pengguna di Indonesia untuk mengekspresikan kepribadian dan gaya mereka. Varian Gentle Rose menghadirkan kesan anggun dan personal, menjadikannya pilihan sempurna baik sebagai aksesori gaya maupun hadiah istimewa.

Sony telah meluncurkan FE 100mm F2.8 G Master Macro, lensa prima G Master pertama dari Sony yang dirancang khusus untuk fotografi makro. Dengan pembesaran asli 1,4x, kompatibilitas dengan telekonverter untuk reproduksi ukuran asli hingga 2,8x, dan berbagai penyempurnaan untuk foto dan video, lensa ini bertujuan untuk menetapkan standar baru dalam fotografi jarak dekat.

Persaingan kamera aksi 360 semakin sengit tahun ini dengan hadirnya tiga pemain utama: GoPro Max 2, DJI Osmo 360, dan Insta360 X5. Ketiganya menawarkan kemampuan perekaman hingga 8K/30fps, fitur stabilisasi tingkat tinggi, dan desain tangguh yang siap digunakan di berbagai medan. Namun, masing-masing memiliki keunggulan tersendiri.

Saat GoPro mengumumkan pengembangan penerus dari kamera 360 Max yang pertama kali dirilis pada 2019, antusiasme langsung mencuat di kalangan penggemar dan professional. Kini, GoPro Max 2 hadir sebagai penantang serius yang menawarkan peningkatan pada kualitas gambar serta fitur pengeditan yang intuitif, menjadikannya alat ideal untuk menghasilkan konten yang siap dibagikan.

Bersamaan dengan peluncuran kamera 360 barunya, Pro 2 Max, GoPro juga menghadirkan Lit Hero, kamera action ringkas yang mirip dengan seri Hero entry level, tetapi kini dilengkapi lampu LED bawaan. Dengan peningkatan kualitas gambar dan harga yang berada di antara seri Hero dasar dan Hero 13 kelas atas, kamera ini bisa jadi pilihan menarik bagi para kreator dan vlogger.

DJI Osmo Nano merupakan kamera action modular terbaru dengan bobot super ringan hanya 52 gram. Kamera ini bisa dipasangkan secara magnetis dengan multifunctional vision dock berlayar sentuh OLED untuk menambah fungsinya. Ditenagai sensor 1/1.3 inci, perangkat ini tersedia dengan pilihan penyimpanan internal 64GB atau 128GB. Kemampuannya dalam merekam pun cukup mumpuni, mulai dari format 4K 4:3 hingga 50fps, 4K UHD hingga 60fps, hingga slow motion 4K sampai 120fps.

Era baru drone konsumen ultra-ringan akhirnya tiba! DJI resmi merilis Mini 5 Pro, penerus serius dari lini Mini yang sudah lama ditunggu-tunggu para kreator. Dengan bobot hanya 250g, Mini 5 Pro membawa lompatan besar dalam kualitas. Ditenagai sensor CMOS 1 inci beresolusi 50MP, drone ini mampu merekam video 4K hingga 120fps dalam format H.265 10-bit 4:2:0, lengkap dengan opsi mode warna D-Log M, HLG, maupun normal.

Kodak kembali menghadirkan gebrakan unik lewat produk terbarunya: Kodak Charmera Blind Bag Keychain Camera. Kamera digital mini berbentuk gantungan kunci ini hadir dengan nuansa nostalgia kuat, seakan membawa kita kembali ke era 80-an. Tidak hanya mengandalkan desain mungil dan estetik, kamera ini juga memadukan kesederhanaan fotografi jadul dengan sentuhan teknologi modern.

Canon telah mengumumkan EOS C50, entri terbaru dalam lini kamera sinemanya, yang hadir dengan sensor full-frame baru sepenuhnya dan mampu merekam hingga 7K 60p. Canon menyebut ini sebagai kamera sinema terkecil dan teringan di jajaran produknya. Meski berukuran ringkas, kamera ini tetap dibekali banyak fitur yang diharapkan dari sebuah kamera sinema, seperti perekaman Raw internal, port HDMI ukuran penuh, serta kipas untuk pendinginan aktif.

Nikon akhirnya merilis ZR, kamera perdana hasil akuisisi Nikon-RED, yang langsung menjadi sorotan. Alih-alih mengikuti pola yang sudah ada, kamera ini hadir dengan karakter uniknya sendiri. ZR mengombinasikan fitur-fitur sinema kelas atas yang belum pernah ditemui di kelas harga ini dengan teknologi hybrid khas seri Nikon Z.

Hollyland, produsen berbagai perangkat audio/video berkualitas, mengumumkan kamera live streaming all-in-one terbaru mereka, VenusLiv Air. Kamera ini dilengkapi dengan sensor gambar CMOS Type 1/1.3 beresolusi 50 megapiksel yang dipasangkan dengan lensa built-in custom 25mm (ekuivalen) f/1.05. Kombinasi ini menjanjikan warna yang nyata dan kejernihan luar biasa, bahkan dalam kondisi minim cahaya. Hollyland menargetkan kamera barunya untuk kreator konten, podcaster, dan live streamer.

DJI baru saja meluncurkan mikrofon wireless terbaru mereka, Mic 3, yang ditujukan untuk para kreator konten dan profesional. Masih dengan desain kecil bergaya lavalier, Mic 3 kini hadir dengan banyak peningkatan. Mikrofon ini bisa dipakai hingga 400 meter dan tetap stabil meski ada gangguan sinyal, karena mampu berpindah otomatis antara frekuensi 2.4GHz dan 5GHz. Kalau tiba-tiba ada interferensi, setiap transmitter bisa langsung merekam audio secara internal sebagai cadangan.

Ricoh GR IV adalah kamera compact untuk fotografer yang dibangun dengan sensor APS-C 26MP dan lensa fixed 28mm ekuivalen F2.8. Kamera ini merupakan generasi keempat dalam seri GR (meskipun sebelumnya ada seri panjang GR Digital dan model film), serta menghadirkan kembali beberapa elemen dari kamera GR terdahulu yang sempat dihilangkan pada pendahulunya.

Insta360 semakin serius menggarap ekosistem aksesoris pendukung kameranya. Setelah sukses dengan lini kamera aksi seperti X5 dan Ace Pro 2, kini mereka meluncurkan Insta360 Mic Air, sebuah mikrofon wireless yang ringkas, ringan, dan terjangkau. Kehadirannya dirancang khusus untuk kreator video yang ingin meningkatkan kualitas audio tanpa repot dengan perangkat besar dan mahal.

Insta360 resmi memperkenalkan Go Ultra, kamera aksi mini terbaru yang digadang-gadang sebagai perangkat paling canggih yang pernah mereka rilis. Berbekal sensor generasi baru serta prosesor yang lebih bertenaga, Go Ultra diklaim mampu menghasilkan kualitas gambar yang melampaui kamera aksi mini lainnya di pasaran, termasuk Insta360 Go 3S yang diluncurkan tahun lalu.

Bersamaan dengan peluncuran Fujifilm X-E5, Fujifilm juga menghadirkan lensa terbaru, Fujinon XF 23mm f/2.8 R WR. Lensa ini memiliki desain yang sangat ringkas, hanya sepanjang 2,4 cm dengan bobot 90 gram. Berkat dimensinya yang tipis, lensa ini kerap dijuluki sebagai pancake lens. Kehadirannya sudah lama dinantikan oleh para pengguna kamera Fujifilm, khususnya model compact bergaya viewfinder seperti seri X-M, X-E, dan X-PRO.

Insta360 mengumumkan X5 Satin White Limited Edition 360-degree camera, desain baru yang elegan untuk kamera andalan mereka. Untuk menandai peluncuran ini sekaligus menguji filter neutral density (ND) terbaru, Insta360 langsung meluncurkan kamera X5 berwarna putih ini ke lapisan stratosfer atas, hampir 40 km di atas permukaan bumi. Insta360 X5 Satin White menawarkan kemampuan pemotretan dan fitur yang sama seperti X5 standar yang dirilis pada bulan April lalu.

Antigravity, merek drone baru yang dikembangkan oleh tim Insta360, akan meluncurkan drone pertama mereka pada Agustus dengan fitur unik: tangkapan gambar 360 derajat beresolusi 8K dalam bodi ultra-ringan di bawah 249 gram. Antigravity fokus pada pengalaman pengguna dan kreativitas, serta menyasar pengguna yang ingin membuat konten udara tanpa harus mempelajari kontrol rumit. Peluncuran ini menandai langkah baru yang berpotensi mengguncang pasar drone konsumen.

Tepat pada 31 Juli 2025, DJI secara resmi memperkenalkan Osmo 360, kamera 360 derajat pertamanya yang langsung mencuri perhatian para kreator dan penggemar teknologi. Dengan kemampuan merekam video 360 hingga resolusi 8K 50fps, Osmo 360 menjadi langkah besar DJI dalam menghadirkan pengalaman imersif berkualitas tinggi. Tak hanya itu, DJI juga mengklaim bahwa perangkat ini menjadi kamera pertama di dunia yang mampu merekam video 360 8K 30fps selama 100 menit nonstop.

Fujifilm kembali memperkuat lini kamera mirrorless bergaya rangefinder mereka dengan merilis X-E5, penerus dari model X-E4 yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2021. Dirancang untuk para penggemar fotografi yang menghargai desain retro namun tetap mendambakan teknologi terkini, X-E5 tampil sebagai kamera kelas menengah yang membawa banyak peningkatan, sekaligus mempertahankan filosofi desain klasik seri X-E.

Nanlite terus memperluas lini produk pencahayaan portabelnya yang ditujukan untuk para kreator konten yang aktif bergerak. Setelah sebelumnya merilis Pico, lampu RGBW mungil seharga $34.90 dengan berat hanya 130 gram, kini Nanlite meluncurkan Lumo, sebuah ring light lipat super ringan yang dirancang khusus untuk perangkat MagSafe.

GoPro kembali hadir dengan generasi terbaru kamera aksi 360-nya GoPro Max 2. Sebagai penerus GoPro Max yang diluncurkan pada 2019, versi terbaru ini membawa banyak pembaruan signifikan. Cocok bagi vlogger, petualang outdoor, kreator konten, hingga sineas digital, Max 2 dirancang untuk menghasilkan visual sinematik dari berbagai sudut dengan daya tahan yang andal dan desain yang fleksibel.

Setelah cukup lama menjadi bahan spekulasi, kamera ringkas terbaru dari Yashica akhirnya resmi diumumkan. Diberi nama Yashica City 300, kamera ini menghadirkan perpaduan menarik antara sensor beresolusi tinggi 50 megapiksel, lensa terang f/1.8, serta desain bodi yang kompak. Tak hanya unggul di fitur, City 300 juga ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau dibandingkan kompetitornya di kelas kamera kompak premium.

Sony kembali memperkuat posisinya sebagai inovator di industri video profesional dengan meluncurkan PXW-Z300, camcorder handheld terbaru dari lini XDCAM. Diumumkan menjelang perilisannya pada musim gugur 2025, kamera ini bukan sekadar penerus model sebelumnya, melainkan sebuah langkah besar menuju masa depan produksi video yang lebih aman dan canggih.

Panasonic resmi memperkenalkan generasi kedua dari lini kamera mirrorless full-frame mereka, Lumix S1 II. Model terbaru ini membawa peningkatan signifikan dalam kemampuan fotografi dan videografi berkat penggunaan sensor Partially Stacked BSI CMOS. Teknologi ini menghadirkan kecepatan baca data yang lebih tinggi serta kualitas gambar yang lebih baik, menjadikan S1 II sebagai rival kuat Nikon Z6 III, yang menggunakan jenis sensor serupa.

Sony resmi memperkenalkan RX1R III, kamera kompak full-frame terbarunya, pada 15 Juli 2025. Ditenagai sensor beresolusi 61MP, sistem autofocus berbasis kecerdasan buatan, serta lensa ZEISS Sonnar T 35mm f/2*, kamera ini menggabungkan kepraktisan dan kualitas gambar kelas atas. Artikel ini akan membahas berbagai fitur utama, keunggulan dan kekurangannya, serta alasan mengapa RX1R III menjadi opsi menarik bagi fotografer jalanan, pegiat travel, dan pencinta fotografi dokumenter.

Canon baru saja merilis firmware terbaru untuk jajaran kamera mirrorless EOS R Series. Lewat pembaruan ini, beberapa model tertentu mendapatkan fitur baru dan perbaikan bug minor. Model Canon EOS R1 dan EOS R5 Mark II akan menerima sejumlah peningkatan, seperti fitur bantuan panning, penyempurnaan pada Servo AF, mode pra-pemotretan berkelanjutan yang lebih baik, simulasi eksposur saat menggunakan flash, serta dukungan untuk kartu memori CFexpress hingga 8TB.

Pada pertengahan tahun 2025, Denpasar menjadi saksi rangkaian kegiatan penuh semangat dan kreativitas yang digagas oleh Sinar Photo. Tiga acara besar, yaitu Pameran Fotografi Sonar Academia Sentuhan, Photobooth Challenge, dan Flash Run 2025.

Saramonic memperkenalkan sistem mikrofon nirkabel terbaru mereka, Saramonic Air. Meski tampil dengan ukuran yang lebih kecil dan desain minimalis, mikrofon ini tidak mengesampingkan performa. Justru sebaliknya, Saramonic Air mengemas lebih banyak fitur daripada yang terlihat memberikan audio yang tetap jernih, tajam, dan stabil dalam berbagai kondisi.

Sigma baru saja merilis lensa terbarunya, Sigma 17-40mm f/1.8 DC Art, yang digadang-gadang sebagai penerus dari lensa legendaris 18-35mm f/1.8 DC HSM Art. Lensa sebelumnya dirancang untuk DSLR dan sempat menjadi primadona di kalangan videografer run-and-gun sejak pertama kali diluncurkan pada 2013.

Sony WH-1000XM6 diluncurkan untuk mempertegas posisi Sony sebagai merek unggulan dalam kategori headphone, tiga tahun setelah kehadiran model sebelumnya. Sesuai ekspektasi, WH-1000XM6 menghadirkan kualitas audio yang jernih dan ekspresif berkat driver baru berukuran 30mm serta prosesor QN3 terbaru. Prosesor ini dibekali teknologi noise shaper yang menyempurnakan proses konversi digital ke analog dan menghindari perubahan suara yang mendadak, memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih halus.

Selain LARK A1, Hollyland juga terus menghadirkan inovasi lainnya yang tak kalah menarik bagi para kreator konten. Salah satunya adalah LARK MAX 2, mikrofon nirkabel terbaru yang dirancang dengan fitur-fitur canggih untuk mendukung kebutuhan produksi audio profesional.

Hollyland akhirnya merilis secara resmi wireless microphone terbaru mereka, LARK A1. Mikrofon ini hadir dengan kualitas audio mumpuni beresolusi 48 kHz, 24-bit, dan mampu menangani tekanan suara hingga 120dB SPL. Transmitter (TX)-nya berdesain ringan dan dapat dipasang menggunakan magnet, dengan jangkauan transmisi hingga 200 meter (sekitar 650 kaki).

Sony memperkuat Cinema Line dengan meluncurkan Sony FX2 pada Mei 2025. Kamera hybrid ini dirancang untuk kreator konten, filmmaker, dan fotografer profesional yang menginginkan performa sinematik dalam bodi kompak. Setelah lama menanti pembaruan dari FX3, Sony justru menghadirkan FX2 dengan resolusi tinggi dan desain baru yang fokus pada fotografi. Artikel ini membahas spesifikasi, keunggulan, dan target pengguna kamera ini.

Fujifilm kembali menunjukkan inovasinya di dunia fotografi dengan merilis kamera unik bernama Fujifilm X Half (X-HF1). Kamera digital berukuran ringkas ini hadir dengan desain half-frame klasik, menggabungkan nuansa retro yang khas dengan teknologi digital masa kini. Dirancang khusus bagi penggemar estetika analog dan pengguna aktif media sosial, X Half menawarkan tidak hanya spesifikasi yang mumpuni, tetapi juga pengalaman memotret yang unik dan menyenangkan.

Dengan desain retro dan kontrol sentuh, seri awal Fujifilm X-E mendapat banyak penggemar. Namun, saat X-E4 keluar tahun 2021, responsnya terbagi, banyak yang suka desain ringkasnya, tapi sebagian merasa fitur penting dikurangi. Kini, rumor menyebut penerusnya akan segera rilis, dengan harapan memperbaiki kekurangan versi sebelumnya.

Ricoh mengumumkan bahwa mereka tengah mengembangkan GR IV, generasi terbaru dari lini kamera compact dengan lensa tetap yang sudah lama dikenal dan memiliki banyak penggemar. Versi HDF yang dilengkapi filter difusi bawaan juga akan tersedia. Menurut perusahaan, kedua varian kamera ini akan dibekali lensa baru, serta sensor dan prosesor yang juga baru.

Yashica, telah mengumumkan peluncuran dua kamera kompak baru: Yashica City 100 dan City 200. Dilengkapi dengan sensor CMOS 13 MP (tipe 1/3 inch), kamera ini menonjol terutama karena kemampuan zoom-nya: 25,4-76,3 mm untuk City 100 dan 33,8-338 mm untuk City 200.

DJI akhirnya merilis Mavic 4 Pro secara resmi. Drone terbaru ini hadir dengan peningkatan signifikan dibanding pendahulunya, Mavic 3 Pro. Dibekali sistem tiga kamera Hasselblad, gimbal Infinity 360 derajat, serta waktu terbang mencapai 51 menit, Mavic 4 Pro siap memanjakan para penggemar drone. Drone canggih ini menawarkan fitur-fitur kelas atas, termasuk sensor Hasselblad 100MP generasi baru dan dual tele camera dengan sensor CMOS besar.

Insta360 telah merilis Insta360 Ace Pro 2 Xplorer Bundle, paket aksesori terbaru yang dirancang untuk mengoptimalkan pengalaman penggunaan kamera aksi AI 8K unggulannya, khususnya untuk eksplorasi kota dan petualangan luar ruangan. Paket ini mencakup Xplorer Grip Kit dari Tilta, yang memperkaya tampilan dan fungsi kamera dengan Rangka Utilitas berwarna abu-abu gelap dan pegangan yang nyaman, memberikan stabilitas ekstra saat pengambilan gambar secara handheld.

Gadget    

lihat semuanya

Lens    

lihat semuanya

Bags & Cases 

lihat semuanya
  • Canon
  • Sony
  • FujiFilm
  • Insta360
  • DJI
  • GoPro

Copyright ©2026 Sinar Photo • Video — by PT Sinar Sumber Makmur. All rights reserved. Syarat & Ketentuan | Kebijakan Privasi

 

Chat via WhatsApp WhatsApp